Berbagai ahli bahasa Inggris, termasuk Randolph Quirk, Sidney Greenbaum, Geoffrey Leech, dan Jan Svartvik, telah berusaha untuk mendefinisikan tense dalam buku mereka 'A Grammar of Contemporary English'. Mereka mendeskripsikan tense sebagai korelasi antara bentuk verba dan konsep waktu. Korelasi ini ditunjukkan oleh variasi bentuk verba dan berbagai ekspresi waktu, atau penggunaan bentuk verba tertentu yang dapat menunjukkan aspek waktu tertentu. Sebaliknya, penggunaan ekspresi waktu tertentu juga harus diikuti dengan penggunaan bentuk verba tertentu.
Michael Swan, seorang ahli bahasa lain, dalam bukunya 'Practical English Usage', menjelaskan bahwa tense adalah bentuk verba yang menggambarkan perbedaan waktu.
Tidak peduli bagaimana tense didefinisikan, tense tetap menjadi tantangan bagi mereka yang ingin belajar bahasa Inggris. Karena, setiap kalimat yang diucapkan pada dasarnya merujuk pada tense tertentu.
Bagi para penggemar bahasa Inggris, khususnya pelajar dan mahasiswa, penguasaan tense adalah faktor penting. Mengapa? Karena dalam buku teks, ada topik tertentu yang diskusinya berpusat pada tense, seperti: Conditional Clause, Subjunctive, Direct and Indirect Speech, Tag-Question, dan Passive Voice. Jika penguasaan tense belum cukup, mereka pasti akan menghadapi kesulitan dalam mempelajarinya.
Sumber : Mastery of Sixteen Tenses, W.Y. Gumpol.